Berita Terkini

Tak Hanya Sosialisasi Kepemiluan, Pelajar SMAN 1 Parang Diasah Keterampilan Membuat Konten Edukatif Ajakan Menyukseskan Pemilu 2024

Magetan, kab-magetan.kpu.go.id - Sasar pemilih pemula dalam upaya meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi dalam Pemilu 2024, KPU Kabupaten Magetan bersinergi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Parang menggelar sosialisasi pendidikan pemilih bersama pelajar SMA 1 Parang, Jumat (9/2). "Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang pemilu kepada para pelajar, tetapi juga untuk melatih mereka dalam membuat konten edukatif yang dapat mendorong partisipasi pemilu di Kabupaten Magetan," ujar Ketua PPK Parang, Andrik Syahputra. Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh puluhan pelajar SMA 1 Parang, dimana mereka diberikan materi tentang pentingnya pemilu, cara berpartisipasi dalam pemilu, serta hak dan kewajiban sebagai pemilih. Lebih dari itu, siswa juga diberikan pelatihan khusus tentang cara membuat konten edukatif dan kreatif, seperti poster dan tulisan yang bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk sukseskan Pemilu 2024. "Kami percaya bahwa pemuda, khususnya pelajar, memiliki peran penting dalam demokrasi. Dengan memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang tepat, kami harap mereka dapat menjadi agen perubahan yang mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam pemilu," kata Anggota PPK Parang, Khoirul Anwar.  Melalui inisiatif ini, KPU Kabupaten Magetan dan PPK Parang berharap bisa membangun generasi muda yang peduli dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan berdemokrasi, khususnya dalam menyongsong Pemilu 2024. (br)

Tak Hanya Sosialisasi Kepemiluan, Pelajar SMAN 1 Parang Diasah Keterampilan Membuat Konten Edukatif Ajakan Menyukseskan Pemilu 2024

Magetan, kab-magetan.kpu.go.id - Sasar pemilih pemula dalam upaya meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi dalam Pemilu 2024, KPU Kabupaten Magetan bersinergi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Parang menggelar sosialisasi pendidikan pemilih bersama pelajar SMA 1 Parang, Jumat (9/2). "Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang pemilu kepada para pelajar, tetapi juga untuk melatih mereka dalam membuat konten edukatif yang dapat mendorong partisipasi pemilu di Kabupaten Magetan," ujar Ketua PPK Parang, Andrik Syahputra. Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh puluhan pelajar SMA 1 Parang, dimana mereka diberikan materi tentang pentingnya pemilu, cara berpartisipasi dalam pemilu, serta hak dan kewajiban sebagai pemilih. Lebih dari itu, siswa juga diberikan pelatihan khusus tentang cara membuat konten edukatif dan kreatif, seperti poster dan tulisan yang bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk sukseskan Pemilu 2024. "Kami percaya bahwa pemuda, khususnya pelajar, memiliki peran penting dalam demokrasi. Dengan memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang tepat, kami harap mereka dapat menjadi agen perubahan yang mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam pemilu," kata Anggota PPK Parang, Khoirul Anwar.  Melalui inisiatif ini, KPU Kabupaten Magetan dan PPK Parang berharap bisa membangun generasi muda yang peduli dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan berdemokrasi, khususnya dalam menyongsong Pemilu 2024. (br)

Dorong Pemuda Kecamatan Plaosan Jadi Pelopor Suksesnya Pemilu 2024

Magetan, kab-magetan.kpu.go.id - Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemuda dalam Pemilu 2024, KPU Kabupaten Magetan bersama dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Plaosan menggelar sosialisasi pendidikan pemilih yang ditujukan kepada pemuda Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kamis (8/2). Sosialisasi yang diadakan di balai desa ini diikuti dengan antusias oleh pemuda dan pemudi Desa Dadi, menunjukkan semangat mereka terhadap demokrasi dan proses pemilihan umum. PPK Plaosan yang memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya peran pemuda dalam pemilu, mulai dari tahapan pemilu, tata cara pemungutan suara, hingga bagaimana pemuda dapat berkontribusi aktif dalam setiap tahapan. "Peserta sosialisasi juga diberikan pengetahuan tentang bagaimana menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab, serta strategi untuk mengajak masyarakat sekitar, khususnya kalangan muda, untuk aktif berpartisipasi dalam pemilu," ujar Anggota PPK Plaosan, Puji. "Kami berharap, melalui sosialisasi ini, pemuda Desa Dadi dapat menjadi pelopor dalam menyukseskan Pemilu 2024 di Kabupaten Magetan, dengan cara menyebarkan informasi yang benar dan mengajak teman serta keluarga untuk berpartisipasi aktif," lanjutnya. Acara ini juga menjadi ruang dialog antara pemuda Desa Dadi dengan KPU serta PPK Plaosan, dimana banyak pemuda yang menyampaikan ide dan gagasan mereka tentang cara-cara inovatif dalam meningkatkan partisipasi pemilu di kalangan muda. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun komitmen bersama antara pemuda dan lembaga penyelenggara pemilu untuk bersama-sama memastikan suksesnya Pemilu 2024 di Kabupaten Magetan. (br)

KPU Kabupaten Magetan Hadirkan Perempuan Ikuti Pendidikan Pemilih dan Pelatihan Kerajinan Anyaman

Magetan, kab-magetan.kpu.go.id - Tingginya angka pemilih perempuan di Magetan menjadi atensi KPU Kabupaten Magetan untuk terus menyisir Pemilih Segmen Perempuan. Kamis, (8/2) Sosialisasi Pendidikan Pemilih bersama PPK Barat menghadirkan Komunitas Pengrajin Anyaman untuk memberikan pelatihan bagi peserta pemilih perempuan di kecamatan Barat. Ketua PPK Barat Agung berharap peserta selain memahami perkembangan tahapan Pemilu Serentak 2024 juga mendapatkan kemampuan membuat kerajinan dari anyaman. “Pemilu serentak tinggal seminggu lagi, peran perempuan sebagai penggerak di lingkungannya masing masing begitu penting, hari ini Kami hadirkan dengan harapan menjadi magnet menyampaikan informasi kepemiluan di komunitas lingkungan nya,”Ungkapnya. “Selain itu peserta kami bekali dengan ketrampilan membuat tas dari anyaman yang akan dilatih langsung dari Komunitas Pengrajin Anyaman,Imbuhnya. Anggota PPK Barat yang membidangi sosialisasi Arga menambahkan terkait informasi kepemiluan seperti daerah pemilihan, peserta pemilu 2024, jenis surat suara, serta proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS. “Pemilih menunjukkan surat pemberitahuan memilih serta ktp el, Pemilih menunggu di tempat duduk untuk menunggu giliran, Pemilih menuju Meja KPPS 1 untuk menerima surat suara, Pemilih menuju Bilik suara untuk mencoblos surat suara, Pemilih memasukan surat suara ke kotak suara, Pemilih mencelupkan jari ke tinta di meja KPPS 7, Pemilih keluar TPS, seperti itulah alur Kita nanti saat di TPS, Jangan lupa tunjukan tinta dijari Kita untuk selfie atau wefie serta share di media sosial dan tentu ikuti dulu media sosial KPU Magetan dengan hastag #KPUMagetan, #KPUMelayani, #AyoKeTPS, jelasnya.(sgt)

KPU Kabupaten Magetan Bekali Pemuda Kecamatan Karas Pengetahuan Kepemiluan Jelang Pemilu 2024

Magetan, kab-magetan.kpu.go.id - Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih pada Pemilu 2024, KPU Kabupaten Magetan bersama dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karas telah menggelar sosialisasi pendidikan pemilih, Rabu (7/2).  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemiluan serta meningkatkan kesadaran politik di kalangan pemilih pemula. Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Karas ini dihadiri oleh puluhan pemilih pemula dari IPNU dan IPPNU serta GP Ansor. Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih, cara pemungutan suara yang benar, serta bagaimana memilih calon yang berkualitas. KPU Kabupaten Magetan dan PPK Karas juga mengajak para pemilih pemula untuk tidak hanya sekadar menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memahami visi, misi, dan program kerja dari para calon. Harapannya, pemilih dapat membuat keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab pada saat pemilu. Ketua PPK Karas, Imam Nawawi dalam sambutannya, menekankan pentingnya edukasi pemilih sebagai fondasi demokrasi. "Kami berharap melalui sosialisasi ini, pemilih pemula di Kabupaten Magetan, khususnya di Kecamatan Karas, akan lebih melek politik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam perhelatan demokrasi. Pemilih yang cerdas adalah kunci utama suksesnya pemilu," ujarnya. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, yang memberikan kesempatan kepada pemilih pemula untuk menggali informasi lebih dalam mengenai proses pemilu. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi pendidikan pemilih ini, partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula, dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Magetan akan meningkat, sekaligus memperkuat pilar demokrasi di Indonesia. (br)

Ajak Warga Berbagai Kelompok Usia di Kecamatan Lembeyan Ciptakan Atmosfer Pemilu yang Positif melalui Smartphone

  Magetan, kab-magetan.kpu.go.id - KPU Kabupaten Magetan bekerja sama dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lembeyan, mengadakan sosialisasi pendidikan pemilih yang inovatif dengan mengusung tema "Pelatihan Media Melalui Smartphone", Rabu (7/2). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lembeyan Kulon ini, dihadiri oleh berbagai kalangan yang ada di Kecamatan Lembeyan, bertujuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi masyarakat. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan tentang cara efektif menggunakan media sosial dan aplikasi smartphone lainnya untuk mendapatkan informasi politik yang akurat dan terpercaya. "Selain itu, materi pelatihan juga mencakup etika bermedia sosial, verifikasi berita palsu atau hoaks, serta teknik pembuatan konten kreatif yang mendukung kegiatan sosialisasi pemilu. Harapannya, peserta dapat menjadi agen perubahan di masyarakat, khususnya dalam menyebarkan informasi positif tentang pemilu dan demokrasi kepada pemilih muda lainnya," ungkap Ketua PPK Lembeyan, Jalil. Adapun dalam kegiatan ini turut mengundang Noorbiyanto yang merupakan wartawan media Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum sebagai narasumber. ”Seluruh peserta sosialisasi memiliki peran yang penting dalam Pemilu 14 Februari mendatang. Mensosialisasikan Pemilu melalui dokumentasi photo maupun Video untuk masyarakat melalui media sosial,” kata Noorbiyanto Acara tersebut berakhir dengan sesi praktik, dimana peserta dibimbing untuk membuat konten edukatif tentang pemilu yang kemudian dipublikasikan di media sosial masing-masing. Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang merasa mendapatkan pengetahuan baru dan siap untuk menerapkannya. (br)